Postingan

HARAPAN RCO

Untuk duo Krucil…terimakasih atas semua yang telah kalian kerjakan pada kami. Huuu…soal ngerjain… kalian ahlinya. Banyak hal yang kita petik dari RCO ini. Mulai harus pandai memanage waktu, upyek mencari buku referensi. Sampai memupload hasil bacaan. Waooo sesuatu’ banget. Harapan RCO ke depan… 1.Semoga RCO bisa dilanjutkan dengan format yang lebih fleksibel. Misalnya buku-buku ditentukan peserta…hehehe maunya yang enak-enak. 2.Peserta itu kalau nggak da tugas kadang tidak ngeblog…-eh ketahuan- baiknya setiap dua hari sekali, dikasih tantangan paling tidak menceritakan isi buku…resume gitulah…biar yang lain bisa baca ketika BW. OK…lagi nggak mood untuk menulis. Cukup dulu ya duo krucil…salam kompak selalu. Maafkan kalau sering terlambat dalam melaksanakan tugas… Kalian KEREEEEEEN…
#TANTANGANRCO #Tantangan3 #LEVEL5


PENILAIAN NOVEL LELAKI TUA DAN LAUT BY ERNET ERMINGWAY

LELAKI TUA DAN LAUT  BY  ERNET ERMINGWAY
Level 5…level terakhir RCO. Kelihatannya mudah karena saya sudah menyiapkan buku karya Papa Ernest. Diminta membuat penilaian, bagaimana bisa menjadi peraih Nobel Sastra Internasional? Haa…lebih baik disuruh membaca buku tebal seribu halaman. Mana tidak begitu paham kriteria penilaian. Ditambah ibarat minum obat. Dipaksa membaca tapi kurang menikmati bacaannya. Sehingga lupa deh menilainya….hehehe…
Tapi baiklah…sedikit cerita yang sudah saya baca sih keren -mungkin sayanya saja yang zero-. Novel itu mengisahkan seorang lelaki tua yang berjuang melawan maut di tengah laut. Bayangkan…papa Ernest harus memeras otak dan instink untuk berimajinasi sedemikian tebal dalam satu kejadian. Kalau saya sih sudah botak kepala. Ditopang lagi…entah harus berapa hari papa Ernest melakukan eksplorasi dan pengamatan untuk benar-benar mendalami pembuatan Novel. Huuu…nggak kebayang pokoknya. Apalagi…papa Ernest hidup jaman perang. Tentu banyak keterbatasan baik rua…

Resensi Kitab Jurumiyah

Diantara kitab-kitab fenomenal dalam bidang Ilmu Nahwu adalah kitab Al-Ajurumiyah karangan Abu Abdillah Muhammad Bin Muhammad Bin Daun Ash-Shanhaji atau biasa dikenal dengan sebutan Ibnu Aj-jurumi Ash-Shonhaji. Kitab ini merupakan kitab ringkas yang memuat kaidah-kaidah ilmu nahwu dasar. Oleh sebab itu banyak madrasah dan pesantren-pesantren yang menjadikan kitab ini sebagai pijakan awal bagi santri pemula dalam belajar ilmu nahwu. Sebagaimana kitab-kitab nahwu yang lain kitab Jurumiyah membahas tentang I’rab. Mulai dari pengertian kalam, macam-macam kalimat, ciri-ciri kalimat Isim, fi’il dan Huruf. Amazing dari kitab ini pembahasan setiap item dirancang dengan ringkas dan mudah dipahami. Sehingga bagi orang yang ingin bisa membaca kita gundul -baca kitab kuning-, kitab jurumiyah adalah rekomendasi pertama. Untuk lebih jelasnya kami tuliskan ringkasan kitab Jurumiyah: Bab I : Definisi dan bagian-bagian kalami : Isim (Sebuah Kata yang terbentuk dari mashdar Fiil), Fi’il (Kata kerja), Dan …

Biografi Pengarang Kitab Jurumiyah

Siapa yang tidak kenal kitab al Ajurumiyah?Bagi yang berkecimpung ilmu syar’I tentu merasakan sensasi kitab ini. Kitab kecil yang berisi ilmu nahwu bagi pemula.karena kitab ini merupakan kitab dasar -baca wajib- khususnya di pesantren salafiyah.
Lalu siapakah pengarangkitab yang sangat masyhur ini?Mari kita simak biografinya.
Namanya adalah Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Dawud Ash Shonhaji tapi lebih dikenal dengan nama Ibnu Ajurum. Nisbah beliau Ash Shonhaji, qabilah Shinhajah di daerah Maghrib. Beliau dikenal dengan nama Ibnu Ajurum yang artinya orang yang fakir dan seorang shufi.
Tempat kelahiran dan kematiannya.
Ibnu Ajurum dilahirkan di kota Fas, Negeri Maghrib pada tahun 672 H. Pada tahun yang sama seorang pakar nahwu yang terkenal yaitu pengarang Kitab Alfiyah yang bernama Ibnu Malik –rahimahullah- meninggal dunia. Ibnu Ajurum rahimahullah wafat di Kota Fas pada hari Senin, tanggal 10 Safar 723 H.
Kisah mencari ilmu
Awalnya, Ibnu Ajurum belajar di kota Fas, kemudian beliau be…

Tatar Sunda "The Lost Atlantis"

Peninggalan Tradisi Megalitik di Gunung Salak Bogor
          Mungkin orang -termasuk saya- berkata bahwa kerajaan tertua di Indonesia kerajaan Kutai. Tapi Fakta berkata lain. Pendapat itu sudah mulai ditepis dengan berbagai temuan Kismi Dwi Astuti, wartawan Harian Pikiran Rakyat, bercerita bahwa kondisi Situs Megalitikum Cibalay atau yang lebih dikenal sebagai Situs Salaka Domas/Arca Domas di Kampung Cibalay Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, adalah satu di antara sekitar 120 situs peninggalan sejarah dan prasejarah (purbakala) yang ada di Kabupaten Bogor yang belum diteliti secara optimal. Akibatnya, keberadaannyakurangterkenaldanmembanggakan,padahal nilainya sangat berharga dan sangat dihargai oleh negara lain. Senada hal tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bogor, Rudy Gunawan di sela-sela acara Bebersih dan Sarasehan yang digelar di Situs Megalitikum Cibalay atau yang lebih dikenal sebagai Situs Salaka (Arca) Domas Tenjolaya, Kampung Cibalay, D…

si Kecil Amien Rais

Amien Rais

Sore yang indah. Seperti biasa sepulang dari Madrasah Manbaul Ulum Amien Rais kecil kelihatan lapar. Keasikan belajar dan bermain dengan teman membuatnya melupakan rasa lapar. Hal ini baru terasa ketika dia sudah sampai rumah. Kesibukannya belajar di SD Muhammadiyah 1 Surakarta dan Madrasah Manbaul Ulum di sore hari cukup memeras otak dan tenaganya. Tapi karena didikan orang tuanya, khususnya Sudalmiyah ibunya. Membuat dia terbiasa bahkan menikmati pelajaran di kedua Lembaga pendidikan tersebut. “Lapar banget ni, Bu. Ada makanan nggak?” Tanya Amien pada ibunya. “Tuh ada tempe nasi dan tempe bacem,” sahut ibunya sambil melipat baju. “Alhamdulillah,” kata Amien sambil mengambil piring dan entong. Dia memang terbiasa tidak pilih-pilih makanan. Karena apa yang dimasak ibunya terasa lezat. “Bagaimana ngajimu, le?” tanya ibunya. “ya, begitulah, Bu. Biasa tapi insya Allah lancar. Hehe,” Sahut Amien sambilduduk makan. “Le, belajar yang rajin. Jangan kayak mbahmu. Bapakku. Beliau kecewa k…

AMIEN RAIS

Gambar
AMIEN RAIS Inilah Jalan Hidupnya
A.Pendahuluan Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah pada 26 April 1944 ini adalah anak kedua dari enam bersaudara dari pasangan Syuhud Rais dan Sudalmiyah. Amien Rais dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang aktif dalam organisasi Muhammadiyah. Ia pun diberi nama Muhammad Amien Rais dan lebih dikenal dengan panggilan Amien Rais. Amien Rais merupakan salah satu tokoh reformasi Indonesia. Pada tanggal 10 Nopember 1998 Bersama Ibu Megawati Soekarno Putri, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sultan Hamengkubuwono X mengadakan deklarasi kediaman Gus Dur di Ciganjur. Tujuan dari deklarasi untuk menyelamatkan bangsa dari keretakan. Sampai tulisan ini terbit, beliau masih aktif sebagai ketua Majelis Pertimbangan Partai Partai Amanat Nasional (MPP PAN). B.Latar Belakang Keluarga Amien Rais lahir dan besar dari keluarga Muhammadiyah. Ayahnya lulusan Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta Batavia. Ia pernah ditugaskan Muhammadiyah sebagai guru di sekolah Muhammadiyah Jene Pont…