AMIEN RAIS


AMIEN RAIS
Inilah Jalan Hidupnya

A.      Pendahuluan
Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah pada 26 April 1944 ini adalah anak kedua dari enam bersaudara dari pasangan Syuhud Rais dan Sudalmiyah. Amien Rais dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang aktif dalam organisasi Muhammadiyah. Ia pun diberi nama Muhammad Amien Rais dan lebih dikenal dengan panggilan Amien Rais.
Amien Rais  merupakan salah satu tokoh reformasi Indonesia. Pada tanggal 10 Nopember 1998 Bersama Ibu Megawati Soekarno Putri, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sultan Hamengkubuwono X mengadakan deklarasi kediaman Gus Dur di Ciganjur. Tujuan dari deklarasi untuk menyelamatkan bangsa dari keretakan. Sampai tulisan ini terbit, beliau masih aktif sebagai ketua Majelis Pertimbangan Partai Partai Amanat Nasional (MPP PAN).
B.      Latar Belakang Keluarga
Amien Rais lahir dan besar dari keluarga Muhammadiyah. Ayahnya lulusan Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta Batavia. Ia pernah ditugaskan Muhammadiyah sebagai guru di sekolah Muhammadiyah Jene Ponto Sulawesi Selatan dan Palembang.
Sedangkan ibunya lulusan HIK Muhammadiyah. Ibu Amien Rais berasal cukup terpandang. Kakek Amien Rais -dari jalur ibu- seorang birokrat jaman Belanda. Meskipun begitu kakeknya dari kalangan Jawa Abangan. Ia belajar ilmu-ilmu kejawen termasuk ilmu kanuragan. Guru-gurunya menguasai ilmu kebatinan sebagaimana kental di masyarakat Jawa. Ia mulai mengenal Islma ketika mendengar ceramah subuh KH. Ahmad Dahlan di Jakarta. Ceramah-ceramah yang didengar dari KH. Ahmad Dahlan ini yang membuat kakeknya meninggalkan ilmu kebatinan dan memeluk Islam sepenuhnya. Dan menjadi simpatisan dan mendirikan Muhammadiyah di Gombong. Dari latar belakang keluarga inilah akhirnya Amien Rais kelak tumbuh dan berkembang menjadi pemimpin yang senantiasa membawa panji-panji Muhammadiyah di setiap langkahnya
C.      Latar belakang Pendidikan
Amien Rais sejak kecil belajar di lingkungan Muhammadiyah. Mulai ABA (Aisyah Bustanul Athfal, SR Muhammadiyah (sekarang SD Muhammadiyah), SMP dan SMA Muhammadiyah Surakarta. Selain itu dia belajar di Madrasah Manbaul Ulum kemudian dilanjutkan Madrasah al Islam di sore hari.
Setelah lulus dari SMA Amien Rais melanjutkan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) tahun 1962. Rupanya kebiasaan merangkap belajar di Surakarta kambuh di Yogyakarta. Pada tahun 1963 Amien Rais mendaftar Jurusan Ilmu Agama Fakultas Tarbiyah IAIN Sunankalijaga. Ia hanya menyelesaikan sarjana muda di IAIN. Setelah lulus S1 FISIPOL UGM ia ditawari menjadi asiten dosen di Universitas tersebut.  Pada tahun 1972 Ia mendapat beasiswa di Universitas Notre Dame Amerika dan lulus tahun 1974 ia mendapat gelar MA dan sertifikat studi Marxisme-Leninisme. Sekembalinya dari Amerika kemudian melanjutkan menjadi dosen di UGM. Baru satu setengah tahun mengajar ia mendapat bea siswa Ph. D. atau doktor di Universitas Chicago Amerika Serikat. Di sana  ia mengambil studi bidang politik Timur Tengah dan selesai tahun 1984. Ia menyabet gelar doktor pada usia 37 tahun.
D.      Perjalalan Karir
Amien Rais terpilih menjadi ketua umum Muhammadiyah pada Muktamar ke 43 tahun 1995 di Banda Aceh. Baru tiga tahun berkiprah di Muhammadiyah ia harus meninggalkannya, karena harus berkhimad di Partai Amanat Nasional (PAN) sampai sekarang.
Kepemimpinan di PAN tidak berubah jauh sebagaimana ia memimpin Muhammadiyah. 
Berikut ini adalah perjalanan karir Amien Rais :
1.       Dosen FISIP UGM, Yogyakarta, (1969-1999)
2.       Pengurus Muhammadiyah (1985)
3.       Asisten Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (1991-1995)
4.       Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (1995)
5.       Wakil Ketua Muhammadiyah (1991)
6.       Direktur Pusat Kajian Politik (1988)
7.       Peneliti Senior di BPPT (1991)
8.       Anggota Grup V Dewan Riset Nasional (1995-2000)
9.       Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (1995-2000)
10.   Ketua Umum Partai Amanat Nasional (1998-2005)
11.   Ketua MPR-RI (1999-2004)
12.   Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (2010-2015)
13.   Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (2015-2020)
E.       PENUTUP
Demikian sekelumit kisah Prof. Dr. Amien Rais, M.A. semoga kesuksesannya bisa menjadi pendorong kita untuk senantiasa berkarya. Dalam keterbatasan tidak ada halangan untuk terus berkarya.
#onedayonepost
#ReadingChallengeOdop 
#Tugaslevel2
#level2tantangan1/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku Pemikiran Pendidikan Islam

Tatar Sunda "The Lost Atlantis"

si Kecil Amien Rais